
Lelah berjalan-jalan disepanjang jalan Kemasan untuk membeli Perak? Kota Gade menawarkan suasana lain di sore hari bagi Anda yang kelaparan atau senang dengan wisata kuliner. Tepat diujung Jalan Kemasan, kita dapat mengunjungi Pasar Legi Kota Gede. Pasar ini selalu ramai baik pagi ataupun sore hari. Jalan-jalan sore hari di tempat ini, Anda dapat menemukan berbagai makanan tradisional Yogyakarta, jajanan pasar, nasi rames, dan makanan lainnya. Jangan lupa untuk mencoba Kipo, makanan khas Kota Gede yang terbuat dari tepung ketan dengan campuran kelapa didalamnya. Atau kalau tidak, Anda dapat mencicipi Yangko yang juga merupakan makanan khas kawasan ini. Makanan yang juga terbuat dari Ketan Ini sudah dikenal luas di Indonesia. Selain itu ada Banjar, Ukel, Wajik Kletik, Sagon, Kembang Waru, dan Lemper. Meskipun demikian, Pasar Kota Gede tidak melulu soal makanan. Tempat ini juga menawarkan berbagai barang seperti pasar sandang murah, batik, dan berbagai keperluan keluarga lain. Keramaian pasar yang dapat kita saksikan sepanjang hari ini mungkin berasal dari sejarahnya yang memang sudah sangat tua. Ketika Panembahan Senopati pindah ke tanah Mentaok untuk mendirikan Kerajaan Mataram, bangunan pertama yang pertama kali didirikan adalah Pasar yang sekarang dikenal dengan pasar Kota Gede. Menurut pemikiran beliau, pasar dipercaya merupakan jantung perekonomian yang dapat menggerakkan kehidupan masyarakat suatu kawasan. Dan memang, berdirinya pasar ini sangat membantu masyarakat. Pasar selalu ramai dikunjungi masyarakat terutama pada hari Legi sehingga Pasar ini juga dikenal dengan nama Pasar legi Kota Gede. Beberapa menyebut aktivitas ini dengan “legen” yang berarti pergi ke Pasar pada hari Legi. Jadi selamat berkuliner.
oh ya jangan lupa kunjungi juga susu segar di depan pasar..uwenak tenaaaan..sampai2 nih admin blog ga pernah melewatkan sarapan susu setiap sore harinya..:P dont miss it..
kunjungi juga:
http://kerajinankotagede.wordpress.com
Oleh: kerajinankotagede on Agustus 21, 2009
at 6:03 am
salah satu kekayaan budaya Jawa, semoga generasi muda sekarang bisa turut melestarikannya, bisa dimulai dengan berbahasa jawa di kehidupan sehari2, lebih bagus lagi jika tidak hanya ngoko, tapi juga kromo madya n hinggil, karena para orang tua muda jaman sekarang tidak pernah mengajari bahasa jawa kepada anak2nya, entah kenapa,sungguh sangat memprihatinkan, bahkan temen2 saya yg ngakunya orang jawa tapi ternyata tidak bisa berbahasa jawa dengan benar.
Dimulai dari bahasa, berkembang ke kebudayaan yg lainnya…terimakasih.
Oleh: boss on Agustus 21, 2009
at 6:06 am
ni kok sepertinya komen2 nya membawa2 adminnya ya..
@kerajinan kota gede: mana ada ya sarapan di sore hari???tapi setuju deh, susu murni di depan pasar kota gede emang T.O.P B.G.T. Udah enak, murah pula..pas banget tu buat mahasiswa kkn..hakhakhakhak..mungkin buat mahasiswa yang programnya perbaikan gizi bisa pesen disini=)
para pengunjung kota gede, jangan lupa mampir ya k susu murni di depan pasar kota gede..sehat dan cuma 2000 rupiah..(ni mbaknya seharusnya memberikanq gratisan karena udah q promosiin produknya)
@boss: haha, memanfaatkan blog untuk menyindir FO Anda ya..ini bukan soal pride, tp soal kenyamanan aja sebenarnya..but Im learning,,tq=)
Oleh: belarusia on Agustus 22, 2009
at 2:40 am
@Belarusiawati:bukannya menindir FO saya, tapi saya hanya mengangkat realita yg terjadi di masyarakat sekarang ini, just for notice, malah mahasiswa asing banyak yg belajar kebudayaan jawa….
Oleh: boss on Agustus 22, 2009
at 7:31 am
iya, mahasiswa lokal juga banyak kok yang belajar kebudayaan jawa..contohnya saya:)
Oleh: belarusia on Agustus 24, 2009
at 3:23 am