Oleh: wisatapurbayan | Agustus 27, 2009

Around Purbayan

Tinggal dua bulan lebih di kota tua ini, mahasiswa KKN sepertinya sudah jatuh cinta dengan kota mataram tua ini. Acara tim survey pun, tak ayal jadi sesuatu yang ditunggu-tunggu. Siapa juga yang bakal melewatkan kesempatan menikmati pemandangan indah, cincin-cincin perak yang menggoda, dan bangunan-bangunan bersejarah yang penuh cerita. Akhirnya tidak hanya Purbayan saja yang jadi korbannya, tetapi wilayah sekitar juga menjadi target kerusuhan mahasiswa kkn.

Makam Raja-Raja Mataram

Satu situs sejarah yang langsung kami kunjungi adalah makam raja-raja mataram. Lokasinya bersebelahan dengan RW IX Purbayan atau disebelah selatan pasar. Kebetulan ketika kami kesana adalah satu hari menjelang puasa. Lokasi dipenuhi oleh para warga dan pengunjung yang hendak melakukan ritual mandi besar sebelum puasa atau yang dikenal dengan padusan. Disana juga digelar pertunjukkan tari dan seni lainnya. Semakin lengkap sudah acara jalan-jalan kami.

Oleh: wisatapurbayan | Agustus 24, 2009

Karawitan

Bosan dengerin musik yang itu-itu saja? Anda bisa berkunjung ke Purbayan dan mencoba bermain alat musik tradisional jawa yang sering dimainkan dalam seni karawitan. Dalam satu set alat musik tradisional ini, kita dapat menjumpai kendhang, gong, demung, saron, peking, boning, kenong, gendher, dan slenthem. Biasanya permainan musik ini digunakan bersama dengan pertunjukan wayang atau tari. Seni karawitan sendiri sudah berkembang lama, yaitu digunakan wali songo sebagai media siar Islam. Sayangnya seni yang amat penting ini sudah banyak ditinggalkan saat ini. Oleh karena itulah, kelompok pemuda Purbayan berinisiatif untuk mengadakan latihan rutin setiap minggu agar para pemuda tetap dekat dengan budaya tradisional yang pada akhirnya akan membuat buday tersebut tetap lestari. Kapan-kapan kalau Anda berkunjung ke tempat kami, jangan lupa mampir untuk ikut latihan ya.

Oleh: wisatapurbayan | Agustus 24, 2009

Kipo

21082009665

Jalan-jalan ke Kota Gede, tidak afdol kalau tidak mencoba Kipo, makanan khas Kota Gede. Nah, buat Anda yang sudah mencoba dan merasa ketagihan untuk menikmatinya lagi, Anda bisa mencoba membuatnya di rumah seperti yang disarankan Ibu RW III sebagai berikut:

BAHAN

Kulit:         Tepung Beras

Santan Kental

Air Daun Katu

Isi    :         Kelapa (agak muda)

Gula Jawa + Gula Pasir

Panili

Sereh

Cengkeh

CARA MEMBUAT

Kulit:

Tepung beras dicampur dengan santan dan air daun Katu (diuleni) sampai kalis. Lalu diamkan

Isi:

Kelapa diparut.

Gula jawa, gula pasir, dan panili direbus sambil diaduk sampai agak kental. Lalu masukkan parutan kelapa dan diaduk sampai rata.

Oleh: wisatapurbayan | Agustus 24, 2009

Klepon

Begh, yang pernah jalan-jalan ke pasar legi kota gede, pasti sudah pernah mencicipi makanan tradisional yang satu ini kan ya? Setiap sore, di pojok kiri depan pasar, kita dapat menjumpai makanan klepon dan putu yang dijual oleh Pak Wasimin, warga RW III Purbayan. Nah, kali ini, Pak Wasimin menyempatkan diri untuk berbagi tips membuat klepon. Eits, jangan salah, wisatawan asing juga berguru dengan Pak Wasimin juga lho.

Jadi cobain yuk.

Bahan untuk 2 piring:

Ketan ½ kg

Gula Jawa ¼ kg

Air Pandan 2 gelas

Injet 1 sendok makan

Parutan Kelapa

Cara membuat:

Air Pandan: Daun Pandan yang tua dihancurkan dan dicampur dengan air dan injet, disaring dijadikan dua gelas.

Kulit: Tuangkan air pandan dan sedikit garam kedalam ketan. Dicampur hingga adonan terlihat elastis. Ambil sedikit, diisi dengan gula jawa dan dibentuk bulat-bulat. Bola-bola klepon ini lalu direbus hingga terangkat ke permukaan air. Angkat dan campur dengan taburan kelapa.

Oleh: wisatapurbayan | Agustus 21, 2009

Pasar Legi Kota Gede

Image(259)

Lelah berjalan-jalan disepanjang jalan Kemasan untuk membeli Perak? Kota Gade menawarkan suasana lain di sore hari bagi Anda yang kelaparan atau senang dengan wisata kuliner. Tepat diujung Jalan Kemasan, kita dapat mengunjungi Pasar Legi Kota Gede. Pasar ini selalu ramai baik pagi ataupun sore hari. Jalan-jalan sore hari di tempat ini, Anda dapat menemukan berbagai makanan tradisional Yogyakarta, jajanan pasar, nasi rames, dan makanan lainnya. Jangan lupa untuk mencoba Kipo, makanan khas Kota Gede yang terbuat dari tepung ketan dengan campuran kelapa didalamnya. Atau kalau tidak, Anda dapat mencicipi Yangko yang juga merupakan makanan khas kawasan ini. Makanan yang juga terbuat dari Ketan Ini sudah dikenal luas di Indonesia. Selain itu ada Banjar, Ukel, Wajik Kletik, Sagon, Kembang Waru, dan Lemper. Meskipun demikian, Pasar Kota Gede tidak melulu soal makanan. Tempat ini juga menawarkan berbagai barang seperti pasar sandang murah, batik, dan berbagai keperluan keluarga lain. Keramaian pasar yang dapat kita saksikan sepanjang hari ini mungkin berasal dari sejarahnya yang memang sudah sangat tua. Ketika Panembahan Senopati pindah ke tanah Mentaok untuk mendirikan Kerajaan Mataram, bangunan pertama yang pertama kali didirikan adalah Pasar yang sekarang dikenal dengan pasar Kota Gede. Menurut pemikiran beliau, pasar dipercaya merupakan jantung perekonomian yang dapat menggerakkan kehidupan masyarakat suatu kawasan. Dan memang, berdirinya pasar ini sangat membantu masyarakat. Pasar selalu ramai dikunjungi masyarakat terutama pada hari Legi sehingga Pasar ini juga dikenal dengan nama Pasar legi Kota Gede. Beberapa menyebut aktivitas ini dengan “legen” yang berarti pergi ke Pasar pada hari Legi. Jadi selamat berkuliner.

Oleh: wisatapurbayan | Agustus 20, 2009

Rumah Tradisional Lain

Selain Between Two Gates, Purbayan masih memiliki beberapa rumah tradisional yang masuk kedalam cagar budaya. Sebagian besar rumah ini tersebar di RW IX dan X. Keadaannya hamper sama dengan rumah-rumah dalam kompleks Between Two Gates. Hanya saja letaknya terpisah-pisah. Jika Anda hendak mengunjungi tempat ini, peraturan yang sama masih berlaku dengan kunjungan ke Between Two Gates. Anda harus meminta ijin kepada Ketua RW setempat unutk kemudian disampaikan kepada pemilik rumah tersebut terkait kunjungan Anda. Daftar-daftar rumah tradisional ini dapat dilihat di link ini.

Oleh: wisatapurbayan | Agustus 19, 2009

Between Two Gates

Pintu kiri

Pintu kiri

Pintu kanan

Pintu kanan

Jika Anda adalah penggemar seni arsitektur, kunjungan ke tempat ini merupakan suatu kewajiban.

Seperti kita ketahui, Kota Gede dahulu merupakan peradaban salah satu kerajaan terbesar di Jawa, yaitu Mataram. Tidak heran jika kemudian kota ini masih memiliki sentuhan bangunan jawa klasik yang saling berjejer mengelilingi pusat kerajaan, yaitu Kraton Mataram itu sendiri. Meskipun demikian, bangunan-bangunan tersebut menjadi semakin jarang seiring berjalannya waktu, entah itu karena menyesuaikan zaman atau karena kerusakan yang membuatnya harus direnovasi. Sedikit bangunan yang masih bertahan yang oleh pemerintah sekarang dijadikan cagar budaya adalah apa yang kita kenal dengan “between two gates”.                                                                           050820095410508200951005082009521

Between Two Gates sendiri mengarah pada sembilan rumah berasitektur jawa klasik yang berjajar dalam suatu kompleks dan hanya memiliki dua pintu keluar ke jalan. Konon rumah-rumah ini merupakan tempat tinggal para punggawa kerajaan yang masih saling bersaudara satu sama lain. Pemerintah sengaja mengkonservasi rumah-rumah ini karena arsitekturnya yang masih asli dan sudah langka. Sebagian besar rumah di kompleks ini berbentuk limasan, dan juga joglo, yang tidak lain merupakan arsitektur jawa paling bagus. Beberapa rumah memiliki joglo di depan rumah utama yang dulu sering digunakan untuk bekerja.

Mengunjungi tempat ini, Anda harus meminta ijin ketua RW setempat agar kemudian bisa diantar ke lokasi. Selain itu, mengingat rumah cagar budaya ini merupakan milik pribadi, Anda diminta untuk menjaga kesopanan sesuai dengan budaya setempat. Beberapa rumah hanya mengijinkan kita untuk bisa melihat-lihat dari luar, namun beberapa lainnya memperbolehkan kita untuk bisa masuk ke ruang depan. Meskipun terbatas, pemandangan artistik rumah jawa telah cukup dapat memuaskan para pencinta seni bangunan. Between Two Gates sering mendapat kunjungan dari seniman asing juga para pelaku perfilman yang menjadikan tempat ini sebagai lokasi shootingnya.

Oleh: wisatapurbayan | Agustus 19, 2009

Kerajinan Tanduk

Selain terkenal dengan kerajinan perak, Purbayan juga terkenal dengan kerajinan tanduknya. Meskipun tidak sebanyak perak, kerajinan tanduk merupakan kerajinan khas yang sulit dijumpai ditempat lain.

140820096271408200962614082009628

Di Purbayan hanya terdapat puluhan orang yang bergerak dibidang kerajinan tanduk ini. Sebagian besar dari mereka berdomisili di kawasan Basen atau RW IV Purbayan. Produk yang dihasilkan berupa sendok, garpu, kerokan, garukan, sisir, perhiasan, kacamata, jepit rambut, dekorasi, dll. Harganya pun tergolong murah. Jika Anda hendak membeli semua produk tanduk ini atau sekadar mengunjungi para pengrajinnya, Anda dapat melihat daftarnya pada link ini.

Oleh: wisatapurbayan | Agustus 19, 2009

Kerajinan Perak

Kerajinan Perak

Sebagai bagian dari Kota Gede, Purbayan juga merupakan sentra kerajinan perak. Di kawasan ini, kita tidak hanya akan bertemu dengan toko-toko yang menjual perak, tetapi juga para pengrajin perak itu sendiri. Bagi wisatawan yang hanya ingin membeli cidera mata perak, Anda dapat menemukannya di sepanjang Jalan Kemasan, yang merupakan jalan utama begitu Anda memasuki kawasan Kota Gede. Disana Anda dapat membeli berbagai produk kerajinan perak yang bermacam-macam, seperti perhiasan, miniatur, dan benda dekorasi lainnya. Anda tidak perlu bersusah payah karena harga antara toko yang satu dan toko yang lainnya relatif sama dengan produk yang tidak jauh berbeda. Hanya saja, Anda harus tetap menawar untuk mendapatkan harga yang lebih pantas. Misalnya saja, rata-rata harga cincin standar di Jalan ini berkisar antara 40 ribu hingga seratus ribu rupiah, kecuali untuk desain-desain tertentu harganya dapat mencapai ratusan ribu. Berikut ada beberapa contoh produk perak yang ditawarkan oleh MS Silver, art shop milik Pak Syaifudin yang berada di jl kemasan no 46.

21082009683 21082009685

21082009684

Mungkin, satu hal yang harus Anda perhatikan ketika membeli perak adalah kadarnya. Seperti halnya emas, perak juga memiliki kadar kemurnian. Sejauh ini kadar paling bagus adalah perak 925 yang mengandung 95 persen perak dan 5 persen campuran. Di bawah itu ada perak 800, 500 dan lain sebagainya.

FYI, Anda tidak hanya dapat membeli perak lho disini. Anda juga dapat memesan produk perak sesuai dengan keinginan Anda. Harganya sedikit lebih tinggi tergantung dengan tingkat kesulitan pembuatannya.

Nah,jika Anda memang berminat untuk mengetahui lebih jauh mengenai kerajinan perak, Anda dapat berkunjung langsung ke pengrajin perak yang tersebar merata di Purbayan terutama di daerah Gedongan dan Basen (RW III dan IV Purbayan). Selain Anda dapat mengetahui seluk-beluk pembuatan perak, Anda juga dapat memesan produk kerajinan perak dengan harga yang lebih terjangkau dari harga toko. Beberapa pengrajin bahkan telah menyediakan studio yang sengaja membuka kelas bagi para wisatawan yang hendak belajar membuat kerajinan perak. Jadi tunggu apalagi, habiskan liburan Anda dengan berbelanja dan belajar membuat perhiasan perak Anda di Purbayan.

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.